program unggulan
SCIENCE PROJECT SUJU SMAMIO PERKENALKAN SAINS LEWAT PERMAINAN EDUKATIF YANG MENYENANGKAN
Humas SMAMIO

Lamongan - Nuansa pembelajaran yang berbeda terasa di MI Muhammadiyah Latukan, Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Rabu (22/4/2026). Dalam rangkaian kegiatan Perjalanan Spiritual VIII, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik menghadirkan Science Project, sebuah program eksperimen berbasis sains permainan yang mendapat sambutan hangat dari para siswa.
Program ini dirancang sebagai sarana pengenalan sains yang sederhana namun tetap menarik bagi anak-anak tingkat SD/MI. Melalui metode interaktif, peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap percobaan yang disajikan.
Tiga eksperimen menjadi fokus utama kegiatan ini, yaitu balon mengembang, mobil balon, dan biji menari. Eksperimen balon mengembang mengajak siswa memahami reaksi yang menghasilkan gas hingga mampu mengembangkan balon tanpa ditiup. Sementara mobil balon memberikan gambaran tentang bagaimana tekanan udara dapat menggerakkan benda, sebagai pengenalan konsep gaya dan gerak. Adapun percobaan biji menari menjadi yang paling menarik perhatian, karena menunjukkan pergerakan biji-bijian akibat reaksi dalam larutan tertentu.
Dalam pelaksanaannya, Science Project dibagi menjadi tiga pos eksperimen dengan tema yang berbeda. Siswa MI Muhammadiyah Latukan dibagi dalam beberapa kelompok dan secara bergiliran mengunjungi setiap pos. Pola ini memungkinkan seluruh peserta mendapatkan pengalaman belajar yang merata sekaligus menjaga semangat mereka selama kegiatan berlangsung.
Usai mengunjungi seluruh pos, setiap kelompok diminta memilih satu eksperimen yang paling diminati untuk dipraktikkan kembali. Tahap ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan langsung proses eksperimen secara lebih mendalam.
Kegiatan semakin meriah dengan sesi penutup berupa pembuatan es krim dengan alat sederhana yang disambut penuh antusias. Pada akhir kegiatan, siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik memberikan penjelasan bahwa seluruh percobaan yang dilakukan merupakan bagian dari prinsip sains yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penjelasan ini menegaskan bahwa sains hadir dalam berbagai aktivitas sederhana yang sering dijumpai.
Penanggung jawab kegiatan, Ustadzah Amirah Shafiyah, S.Pd, menuturkan bahwa Science Project merupakan langkah edukatif untuk menumbuhkan minat sains sejak dini. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak tidak menganggap sains sebagai sesuatu yang sulit.
“Kegiatan ini adalah upaya mengenalkan sains kepada anak-anak usia SD/MI dengan metode yang menyenangkan. Kami ingin mereka belajar sambil bermain, sehingga muncul rasa ingin tahu dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Spiritual Journey Smamio 2026, Ustadz Bagus Rifani, S.Pd menyampaikan bahwa Science Project merupakan bagian dari pelbagai program yang dilaksanakan di Desa Latukan. Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi juga mengandung nilai sosial dan pendidikan.
“Science Project menjadi salah satu kegiatan kami di Desa Latukan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan simpati dan empati, sekaligus melatih siswa agar mampu berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat melalui pengalaman akademik yang langsung dirasakan oleh anak-anak desa setempat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan siswa secara langsung di tengah masyarakat menjadi sarana penting dalam membentuk karakter yang peduli dan adaptif.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar, Science Project menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna di tengah rangkaian Spiritual Journey Smamio. Interaksi yang terjalin antara peserta dan fasilitator menciptakan suasana belajar yang hidup serta memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang menjadi ciri khas SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.
Melalui kegiatan ini, siswa MI Muhammadiyah Latukan diharapkan semakin tertarik untuk mengenal dan mengeksplorasi dunia sains, serta memahami bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.





