agenda pendidikan
Mengenal Diri Sebelum Pelaminan; Cara Kemenag Gresik dan Smamio Bentengi Siswa Kelas XII
Humas SMAMIO

Gresik — Memasuki fase transisi dari seragam putih abu-abu menuju dunia kampus dan kehidupan bermasyarakat, siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) mendapatkan pembekalan spiritual sebagai bekal menghadapi masa depan.
Masjid Al Mizan Smamio menjadi saksi antusiasme para siswa dalam kegiatan Inspiring Talk bertajuk “Self Love First: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Pelaminan” yang digelar pada Kamis (21/5).
Dalam kegiatan tersebut, Smamio menghadirkan dua narasumber dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, yakni Penyuluh Agama Islam Mas’ud, S.Sos.I dan H. Nailul Muna, Lc., M.Pd.
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai bekal penting sebelum para siswa terjun ke masyarakat. Menurutnya, pematangan karakter dan spiritualitas memiliki peran besar dalam menentukan masa depan generasi muda.
“Hari ini adalah sarapan spiritual sekaligus pembekalan hidup. Jadilah pribadi yang baik, karena kebaikan yang kita tanam akan kembali kepada diri kita sendiri. Tetap jaga attitude, kuatkan ibadah, dan jaga kehormatan diri,” tutur Ulyatun dalam sambutannya.
Dalam sesi materinya, Mas’ud membahas dinamika psikologis remaja yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan. Ia menjelaskan bahwa usia lulusan SMA merupakan masa krusial karena remaja tidak lagi dianggap anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya matang sebagai orang dewasa.
“Kondisi ini sering memunculkan krisis identitas dan emosi yang fluktuatif. Karena itu, pendampingan sangat penting untuk memberikan life skill, edukasi tentang pentingnya menunda pernikahan dini, serta mempersiapkan masa depan dan karier yang matang,” ujarnya.
Mas’ud juga meluruskan pandangan masyarakat mengenai Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan.
“KUA juga melayani urusan wakaf, pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, pencegahan NAPZA, hingga pendampingan keluarga,” jelasnya.
Ia turut berpesan agar generasi muda mampu mengendalikan diri, selektif dalam memilih lingkungan pertemanan, serta tidak mudah terpengaruh informasi hoaks.
Sementara itu, H. Nailul Muna menyampaikan materi mengenai kesiapan pranikah dari sudut pandang syariat Islam. Ia menekankan bahwa konsep self love dalam Islam berkaitan erat dengan kemampuan menjaga kehormatan diri dan memahami tanggung jawab kehidupan.
“Mengenal diri sendiri adalah kunci. Kita harus tahu batas, hak, dan kewajiban. Dengan menjaga pergaulan sesuai koridor Islami, kita sedang menyelamatkan masa depan diri sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. Melalui kegiatan ini, Smamio berharap para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, spiritual, dan karakter yang kuat dalam menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.





